PUASA RAMADHAN

                         PUASA RAMADHAN 


1. Apa itu Puasa Ramadhan?

Puasa Ramadan adalah puasa yang dilaksanakan selama sebulan penuh pada bulan Ramadan.

2. Apakah hukum dari Puasa Ramadhan?

Puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Kewajiban ini dijelaskan di dalam Al-Qur'an dan hadis. Allah SWT. Berfirman di dalam surat al-baqarah ayat ke-183.

       
3. Bagaimanakah cara untuk menentukan awal dan akhir Ramadhan?
Terdapat tiga cara yang dapat digunakan untuk menentukan awal dan akhir bulan Ramadan, yaitu dengan;

a. Cara Rukyat (ru'yatul hilal)
     
Rukyat adalah kegiatan melihat kemunculan bulan baru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara langsung melalui mata telanjang atau menggunakan alat bantu penglihatan seperti teropong pada waktu petang, ketika terjadi pergantian bulan Qomariah dalam kalender Hijriyah. Jika bulan baru terlihat di akhir petang bulan Sya'ban, maka esok harinya langsung ditetapkan sebagai awal berpuasa karena sudah jatuh tanggal 1 Ramadan.

Penentuan awal berkuasa di bulan Ramadan berdasarkan pada firman Allah SWT.

b. Dengan cara Istikmal
 
Istikmal artinya menyempurnakan atau membulatkan bilangan bulan sya'ban Ramadan menjadi 30 hari. Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut.

d. Dengan cara Hisab

Hisab artinya melakukan perhitungan matematis menurut ilmu Falak (astronomis) untuk menentukan posisi bulan atau dimulainya bulan baru pada kalender Hijriyah.

4. Apakah saja syarat wajib dan rukun puasa Ramadhan?

Syarat wajib puasa Ramadhan adalah:
a. Beragama Islam 
b. Balik 
c. Berakal 
d. Suci dari haid dan nifas 
e. Mampu melaksanakan puasa 
f. Mengetahui awal puasa di bulan Ramadan

Dan rukun puasa Ramadhan seperti berikut:

a. Niat, yang harus dilakukan pada malam harinya atau sebelum terbit fajar. Niat tidak harus berbahasa Arab, dan dapat dilakukan di dalam hati dengan maksud menyengaja puasa Ramadan, meyakini kefarduannya, dan menentukan jenis puasanya.

Adapun niat puasa fardhu Ramadhan sebagai berikut;
b. Menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai matahari terbenam.

5. Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap muslim. Namun ada beberapa keadaan yang menyebabkan seseorang dibolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Siapa sajakah orang-orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa selama bulan Ramadhan itu?

a. Orang yang sakit atau dalam perjalanan (musafir)

Orang yang sedang sakit atau dalam perjalanan boleh tidak berpuasa. Tetapi, ia Wajib mengganti puasa yang ditinggalkan pada hari lain di luar bulan puasa.

b. Orang yang lanjut usia

Orang yang lanjut usia diberikan keringanan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan jika tidak mampu menjalaninya. Selain itu, juga tidak diwajibkan mengganti puasa yang ditinggalkannya di hari lain, tetapi menggantinya dengan membayar fidyah fidyah adalah pemberian sedekah kepada fakir miskin berupa makanan yang menyenangkan menyenangkan sebanyak satu mud atau 675 gram setiap hari selama ia meninggalkan puasa.

c. Orang yang sedang hamil dan menyusui

Perempuan yang sedang hamil dan menyusui jika khawatir atas keselamatan diri mereka, Maka boleh berbuka dan harus mengqhada puasa di hari lain. Namun jika perempuan yang sedang hamil dan menyusui khawatir akan keselamatan anak mereka, Maka boleh berbuka dan harus mengqhada puasa serta membayar fidyah untuk sehari sebanyak 1 Mud.

d. Orang yang sedang haid dan nifas
Perempuan yang sedang haid atau nifas haram berpuasa. Mereka wajib untuk mengganti puasanya di hari lain di luar Ramadan sebanyak hari yang ditinggalkan.

6. Apakah saja amalan Sunnah di bulan Ramadan?
 
Yaitu seperti;
a. Menyegerakan berbuka puasa 
b. Membaca doa sebelum berbuka puasa 
c. Berbuka dengan makanan atau minuman yang manis 
d. Makan sahur 
e. Mengakhirkan makan sahur 
f. Memperbanyak membaca Alquran 
g. Melaksanakan salat tarawih 
h. I'tikaf di masjid, terutama pada 10 hari terakhir Ramadan 
i. Memberikan makanan berbuka puasa  orang yang juga sedang berpuasa.

7. Apakah saja larangan bagi yang sedang berpuasa Ramadhan? 

Makan dan minum 
2. Melakukan hubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadan 
3. Keluar darah haid atau nifas 
4. Masukkan makanan ke dalam perut melalui suntikan 
5. Muntah dengan sengaja.

7. Adapun hal-hal yang tidak membatalkan puasa namun dapat membatalkan pahala puasa apa saja sih itu?

a. Makan dan minum 
b. Melakukan hubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadan 
c. Keluar darah haid atau nifas 
d. Masukkan makanan ke dalam perut melalui suntikan 
e. Muntah dengan sengaja
f. Berbohong 
g. Megunjing orang lain 
h. Mengadu domba orang lain 
i. Melaknat dan mencaci orang lain 
j. Melihat, mendengar dan membayangkan hal-hal yang diharamkan 
k. Mengucapkan kata-kata yang kotor 
l. Mengucapkan sumpah palsu.


Sampai disini penjelasan mengenai puasa Ramadhan, semoga bermanfaat:)


Postingan populer dari blog ini

Puisi : Hanya Dengan Memandangmu

Club Literasi